Powered By Blogger

Jumat, 26 Februari 2010

MAKALAH KURIKULUM



FUNGSI KURIKULUM DALAM PROGRAM SEKOLAH
Suatu fungsi kurikulum dapat dilihat dari 2 sudut pandang atau dua pendekatan. Pendekatan pertama dilihat dari proses pengembangan atau perencanaan kurikulum sedangkan pendekatan kedua dilihat dari kepentingan berbagai pihak atau lembaga yang terkait atau yang berkepentingan dengan kurikulum.
     Funngsi kurikulum dapat dilihat dari dua sudut pandang atau dua pendekatan:
1.      Dilihat dari proses pengembangan atau perencanaan kurikulum
2.      Dilihat dari kentingan berbagai pihak atau lembaga yang terkait atau yang berkepentingan dengan kurikulum.
1.      Fungsi Kurikulum dilihat dari proses perencanaan. Alexander inglis (dalam hamalik, 1990) mengemukakan enam fungsi kurikulum sebagai berikut:
                     a.         Fungsi penyesuaian (The adjustive or adaptive function)
Kita menyadari bahwa individu tidak pernah hidup d alam suatu dunia yang hampa. Ia selalu hidup dalam lingkungan tertentu baik secara fisik, sosial maupun lingkungan budaya. Ia diharapkan tidak saja tinggal didalamnya tetapi ia harus memiliki kemampuan untuk hidup didalamnya. Untuk ini ia harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagi  lingkungan dimana ia hidup. Perlu pula disadari bahwa lingkungan tidak selalu dalam keadaan statis. Terutama lingkungan osial dan buaya selalu mengalami pertumbuhan, perkembangan bahkan perubahan-perubahan tertenntu yang terjadi secara dinamis.
            Kurikulum sebagai alat pendidikan dengan sendirinya harus mampu menjawab berbagai tuntutan kemampuan penyesuaian diri yang di harapkan oleh seorang  individu  (peserta didik). Kurikulum harus mampu menyiapkan kemampuan tersebut agar peserta didik dapat menyesuaikan diri  dengan lingkugan secara baik (well adjusted) .  fungsi kurikulum semacam inilah yang  di namakan fungsi penyesuaian.  
                     b.         Fungsi pengintegrasian (The integrating function)
Jika kita telah lebih jauh ternyata suatu lingkungan, baik masyarakat dan budaya maupun lingkungan secara fisik sangat beraneka ragam didalamnya. Demikian pula berbagai tuntutan dan kebutuhan serta permasalahan yang akan di hadapi individu sangtlah bervariasi pula. Dari masyarakayt atao budaya yang satu dengan yanglainnya.
Pada sisi lain perlu juga di perhatikan bahwa berbagi lingkungan  terutama lingkungan masyarakat  dan budaya dapat mempengaruhi  kehidupan individu itu sendiri baik secara positif maupun secara negatif.
Kuri kulum harus mampu menjawab berbagai kebutuhan pembinaan dan pembentukan pribadi yang terintegrasi, jika iamasih dipandang sebagi alatpendidikan.Jika kurikulum melakukan semua tuntutan pembentukan ini maka kurikulum sudah menunjukkan satu fungsi pengintegrasian.  
                      c.         Fungsi diferensiasi (The differentiating function)
Kenyataan psikologi,sosial dan budaya menunjukkan adanya perbedaan potensial pada manusia.Diferensiasi individu,maupun sosial serta kebudayaan tidak saja menurut penyesuaian serta pengintegrasian tetapi juga layanan yang khusus terhadap potensi-potensi individu yang berbeda maupun terhadap tuntutan masyarakat dan kebudayaan yang berbeda.
Dengan kondisi seperti ini,pendidikan sebagai suatu proses layanan pembinaan potensi individu,serta merupakan suatu proses sosialisasi dan pembudayaan,harus mampu memberikan layanan bagi aneka diferensi yang di hadapi.Disinilah terletak penting nya kehadiran kurikulum agar mampu melayani perbedaan-perbedaan individu dalam masyarakat.kita prlu secara kritis dan cermat untuk melihat aaneka diferensiasi serta melayaninya tanpa mengorbankan tuntutan solidaritas masyarakat dalam rangka integrasi individu bagi perkembangan masyarakat itu sendiri. Diferensiasi  ini juga diharapkan dapat menjadi alat untuk menghindari terjadinya stagnasi sosial,maupun stagnasi budaya.Dengan melakukan hal ini,mka kurikulum tlah mennjukkan salahsatu pungsinya dalam pengembangan kurikulum yakni apa yang disebut fungsi deperensiasi.
                     d.         Fungsi pemilihan (The selection function)
Untuk menghadapi kenyataan diferensiasi anak seperrti bakat, minat,motivasi  kemampuan dan sebagainya, maka pendidikan dalam hal ini sekolah atau lembaga lainnya dengan sendirinya harus mampu menyiapkan berbagai program yang sesuai kenyataan-kenyataan tersebut.Secara ideal sekolah harus siap dengan berbagai program untuk melayani berbagai diferensiasi dan tuntunan individu dalam mempersiapkan diri bagi kehidupan pada masa yang akan datang. Peserta didik semestinya tinggal memilih program-program yang sesuai dengan bakat,minat, motifasi dan kemampuannya.
Disini tampak suatu kurikulum yang tidak saja terbatas pada pemberian layanan  berdasarkan diferensi anak dan sosial, tetapi juga memberi peluang bagi siswa atau peserta didik untuk memilih sesuai dirinya maupun tuntutan masyarakat. Untuk itu kurikulum harus dirancang secara luas dan komperhensif dan variatif sehingga memungkinkan peserta didik memilih berbagai pengalaman-pengalaman belajar yang dikehendaki. Dengan cara seperti ini, kurikulum telah menunjukkan salah satu fungsinya yakni fungsi pemilihan atau fungsi selektif.
Pendidikan berfungsi antara lain:
*      untuk mengaktualisasikan potensi anak menjadi suatu nyata atau aktual dan bermakna secara maksimal
*   Untuk membantu mempersiapkan peserta didik agar siap terjun kemasyarakat dan mengembangkan diri secara maksimal didalamnya
Disinilah terletak suatu fungsi kurikulum sebagai alat pendidikan agar selalu dapat menyiapkan berbagai pengalaman-pengalaman belajar yang bermakna bagi kelengkapan dan persiapan peserta didik tidak saja untuk menghadapi tuntunan masyarat sekarang ini, tetapi juga untuk menghadapi tuntunan hari esok.
                      e.          Fungsi persiapan (The propaedutic function)
Individu memiliki berbagai potensi latent seperti bakat, minat dan kemampuan-kemampuan tertentu yang perlu diaktualisasikan. Dalam pertumbuhan dan perkembangan individu upaya mengaktualisasikan potensi-an potensi latent tidak dapat dilakukan oleh individu secara sendiri-sendiri jika ingin secara maksimal.
                      f.          Fungsi diagnostik (The dignostic)
Individu dalam pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat mengenal dirinya secara maksimal.ia tidak dapat mengetahui dengan jelas dan bakat, minat dan kemampuan secara maksimal bahkan tidak mampu secara tepat mempertemukan dirinya dengan berbagai tuntunan masyarakat maupun tuntunan dirinya sendiri.
            Pada sisi lain ia tidak saja dapat mengenal dirinya tetapi juga tidak dapat mengenal masyarakat dengan segala diferensiasi, spesialisasi serta permasalahan dan tuntuannya secara otomatis dan memadai. Ia memerlukan bantuan untuk mengenal dirinya dan masyarakatnya serta bantuan mempertemukan dirinya sendiri maupun bagi kepentingan masyarakat luas.
                        Pendidikan sebagai suatu upaya mempertemukan anak dengan masyarakat maupun sebagai suatu upaya mempertemukan anak dengan masyarakat maupun sebagai upaya untuk mengaktualisasikan diri peserta didik , memiliki suatu fungsi yang  tidak  saja tepat tetapi sangat prinsipil atau suatu fungsi yang sangat hakiki.
2.      Funngsi kurikulum dari sudut kepentingan berbagai pihak atau lembaga terkait:
Ternyata kurikulum tidak saja berfungsi dalam proses perencanaaan atau pengembangan sebagai mana enam fungsi yang telah dijelaskan diatas. Fungsi kurikulum dapat pula dilihat dari sudut kepentingan lembaga atau yang berkepentingan dengannya. Dari sudut pandang yang kedua ini dapat dikenal tujuh fungsi kurikulum:
                a.         Fungsi kurikulum bagi Pencapai Tujuan Pendidikan
Dapat kita pahami dengan mudah bahwa kurikulum dapat berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Dengan kata lain dapat kita katakan bahwa tanpa kurikulum tujuan pendidikan tidak akan dapat tercapai .Namun perlu disadari bahwa fungsi ini tidak mengabaikan kehadiran komponen-komponen sistem pendidikan yang lainnya.
                b.         Fungsi kurikulum bagi peserta didik
Sejalan dengan arti dan tujuan kurikulum yang telah diurakan tadi, maka dari segi anak dapat kita katakan bahwa kurikulum adalah seperangkat pengetahwan, pengalaman belajar dan kegitan yang disiapkan bagi kepentingan peserta didik. Beberapa fungsi kurikukum bagi anak adalah sebagai berikut:
1.  Dengan wawasan semacam ini anak dapat mengetahui apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka miliki untuk meraih hari esok.
2. Pada sisi lain peserta didik dapat mengukur potensi dirinya untuk mengadakan pilihan terhadap berbagai pengetahuan, pengalaman belajar serta ativitas yang bersesuaian, jika ia ingin berhasil dalam proses pendidika
3. Demikian pula dengan kurikulum ppeserta didik dapat menyiapkan diri secara lrbih baik dan optimal dalam proses pendidikan atau pembelajaran jika inginkan hasil yang baik.
4. Pada akhirnya sejalan dengan konsep atau pengertian moderen tentang  kurikulum dimana peserta didik dapat di libatkan dalam pengmebangan maka kurikulum dapat berfungsi bagi pengjuan usul perbaikan serta berbagai saran yang beguna dari kepetingan peserta didik
       c.   Fungsi kurikulum bagi Guru dan Fasilitas
             Perlu dipahami bahwa guru merupakan pelaksana atau implementator suatu kurikulum. Fungsi kurikulum bagi guru adalah sebagai berikut:
1.         Selain itu guru dengan sendirinya dapat mengetahwi apa yang harus dilakukan dalam melaksakan kurikulum. Atas dasar ini ia akan lebih mudah dalam mengorganisir dan mengembangkan tugasnya bagi keberhasilan peserta didik
2.           Selain itu guru dengan sendirinya dapat mengetahwi apa yang harus dilakukandalam melaksanakan kurikulum. Atas dasar ini ia akan lebih mudah dalam berorganisir dan mengembangkan tugasnya bagi keberhasilan peserta didik
3.           Lebih lanjut kurukulum dapat berpungsi sebagai alat monitoring. Dan pengawasan serta penilaian bagi tuntutan kemajuan peserta didik untuk mendapatkan sejumlah pengetahuan pengalaman pengalaman belajar serta kegiatan-kegiatan yang bermakna dengan pungsi ini guru dapat mengajukan berbagai koreksi atau usulan perbaikan yang sangat di harapkan yang bertolak dari keadaan nyata dilapangan
d.      Fungsi kurikulum bagi kepala sekolah atau pembina.
Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisior. Juga bertanggung   jawab dalam pelaksanaan kurikulum. Kepala sekolah memimpin, memonitor, mengontrol dan menilai setip pekaksanaan kurikulum.
Oleh sebab itu kurikulum selalu memiluki fungsi tetentu bagi kepala sekolah atau pembina sekolah.
Fungsi-fungsi tersebut dapt di rinci sebagai berikut:
1.      Kurikulum berpungsi sebagai pedoman dalam memimpin melaksanakan kurikulum. (periksa pedoman guru )
2.      Kurikulum berpungsi sebagai pedoman dalam supervisi terutama dalam memperbiki situasibelajar.
3.      Kurikulum sebagai pedpoman dalam menyiapkan situasi belajar yang baik agar anak dapat belajar secara maksimal.
e.       Fungsi kurikulum bagi sekolah pada tingkat atasnya.
       Pendidikan merupakan    suatu proses yang kontinyue dari tingkat paling bawah menuju pada tingkat yang  paling tinggi. Dalam persekolahan harus terpelihara suatu kesinambungan fungsu san pengembangan  mulai dari pendidikan dasar sampai dengan pedidikan tinggi.
               Atas dasar ini maka kurikulum seatu sekolah misalnya sekolah dasar harus memiliki fungsi tertentu bagi pengembangan di sekolah menengah tinggi. Kurikulum diSMTA harus memiliki fungsi tertentu bagi pendidikan  di perguruan tinggi. Beberapa fungsi kurikulum bagi sekolah cdi atasnya
1.      Kurikulum sebagai alat bagi keseimmbangan peroses pendidikaan,sekolah-sekolah yang di atasnya selalu dapat menyusuaikan perogeram bahkan kurikulumny dengan kuriklum sekolah dibawaahnya.
2.      Kurikulum jugak berpungsi bagi kontinuitas pendidikan. Kurikulum sekolah tidak saja bepungsi bagi kesinammbungandan komposisi antara sekolah di bawahnya dengan diatasnya. Tetapi jugak menjaminkesinambungan pengalaman belajar
f.       Fungsi kurikulum bagi orang tua peserta didik
Orang tua peserta didik  atau anak yang belajar adalah penanggung jawab pertama dan utama bagi masa depan putra- putranya. Ia harus mengetahwi apa yang terjadi dalam diri putra-putranya selama proses belajar serta apa yanng dirancang untuk masa depan mereka. Itulah sebabnya kurikulum disiapkan untuk suatu lembaga pendidikan juga berfungsi bagi para orang tua peserta didik.
Orang tua dapat mengenal program sekolah secara utuh (pengetahwan, pengalaman-pengalaman belajar, berbagai kegiatan serta hal-hal lain yang diuntukkan baagi putra-putranya)
1.      Dengan kurikulum tersebut, orang tua dapat membantu usaha sekolah dalm memajukan dan mendidik putra-putranya demi masa depan-nya
2.      Orang tua dapat berhubungan dan berkonsultasi dengan sekolah mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum
g.      Fungsi kurikkulum bagi masyarakat dan pemakai lulusan
Kita menyadari bahwa sekolah didirikan oleh masyarakat, dengan sendirinya sekolah adalah milik masyarakat, bahkan lebih lanjut sekolah harus menjaadi agent pembangunan masyarakat. Dan akhirnya sekolah harus menjadi alat untuk menentukan masadepan suatu masyarakat.
Fungsi kurikulum bagi masyarakat meliputi:
1.      Dengan kurikulum masyarakat dapat mengenal dan mengetahwi kemanapendidika diarahkan
2.      Dengan kurikulum masyarakat dapat mengecek apaka keinginan dan kecendrungan serta harapan-harapan masyarakat untuk kehidupa hari esok terakumulasi atau sejalan dengan tujuan yang telah dirumuskan
3.      Dengan kurikulum masyarakat dapat membantu dalam melaksanaka berbagai macam progam yang memerlukan kerja sama dan keterlibatan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
*      Mandalika, J. 1995. Dasar-Dasar Kurikulum: Surabaya. SIC
*      Hrnawan, Asep Herry. 2003. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran: Jakarta. Universitas Terbuka

Kamis, 11 Februari 2010

MAKALAH ULUMUL HADITS



BAB I
PENDAHULUAN
A      LATAR BELAKANG
Dengan adanya fungsi hadits terhadap Al-qur’an, menuntut kita untuk mengkaji secara jeli dan tepat dalam menggali maksud yang tekandung di dalam  alqur’an. Untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan kitab suci itu, dibutuhkan perhatian khusus, pencurahan penuh dan pembahasan secara mendasar. oleh kerena itu dengan hadirnya makalah yanag kami susun ini diharapkan para pembaca dapat memahami lebih jauh tentang fungsi hadits terhadap Al-qur’an agar kita dapat menerapkan  dalam kehidupan beragama.
B       RUMUSAN MASALAH
A      Fungsi Hadits Terhadap Al-Qur’an
B       Kedudukan dan Fungsi Hadts
C       Kedudukan Hadist Terhadap Al Quran
D      Fungsi Perbandingan Hadits dengan Al-Qur’an
C      TUJUAN PEMBELAJARAN
Maksud dan tujuan kami dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mempermudah mentafsirkan ayat al-qur’an dalam amalan manusia, dalam situasi dan kondisi tertentu. Artinya kita sebagai umat muslim harus mengetahui tujuan dan fungsi hadits terhadap al-qur’an.




BAB II
FUNGSI HADITS TERHADAP AL-QUR’AN


A      KEDUDUKAN DAN PUNGSI HADTS
Kedudukan hadits dalam ajaran Islam menempati posisi yang sangat strategis. Hal itu terjadi karena Hadits menjadi sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. Baik al-Qur’an maupun hadits merupakan wahyu, hanya saja yang pertama wahyu mathluw sedang yang kedua wahy ghair mathluw. Posisi hadits seperti ini tidak hanya dijelaskan oleh Nabi saw. bahkan juga oleh Allah swt.
Hadits nabi SAW. Merupakan penafsiran al-qur’an dalam praktik atau penerapan ajaran islam secara factual dan ideal. Demikian ini mengingat bahwa pribadi rasulullah merupakan perwujudan dari al-qur’an yang ditafsirkan untuk manusia, serta ajaran islam yang dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam beberapa tempat, penjelasan-penjelasan yang diisyaratkan oleh ayat-ayat al-qur’an hanya bersifat mujmal umum atau mutlak misalnya tentang perintah shalat yang diungkapkan secara mujmal, tidak menerangkan bilangan rakaat, tidak menerangkan cara-caranya maupun syarat rukunnya.
Banyak hhukum-hukum dalam al-qur’an yang diantaranya sulit dipahami dan dijalankan bila tidak diperoleh penjelasan yang diperoleh dari hadits nabi SAW. Oleh sebab itu para sahabat yang tidak memahami al-qur’an perlu kembali kepada rasullullah untuk memperoleh penjelasan yang diperlukan tentang ayat-ayat alqur’an.
Dengan demikian, maka hadits nabi SAW. Berkedudukan sebagai sumber hokum islam yang kedua setelah alqur’an. Hal ini sesuai dengan firman Allah :
!$tBur ãNä39s?#uä ãAqß§9$# çnräãsù $tBur öNä39pktX çm÷Ytã (#qßgtFR$$sù 4
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah”
                                                                                                (QS.alhasyir)
Allah memerintahkan kita untuk menaati rasul sebagaimana menaati Allah SWT.
B       KEDUDUKAN HADIST TERHADAP AL QURAN
Mempunyai empat fungsi pokok yaitu :
1.      Memperkuat dan menetapkan hukum-hukum yang tidak ditentukan dalam al quran(bayan taqrir) seperti :
(#qç6Ï^tFô_$$sù š[ô_Íh9$# z`ÏB Ç`»rO÷rF{$# (#qç6Ï^tFô_$#ur š^öqs% Ír9$# ÇÌÉÈ
‘’Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”
 &nbs_;nbsp;         Sehubungan dengan ayat ini Rasulullah SAW. Bersabda;
            الاانبئكم باكبر الكبائر ؟ قلنا : بلى يا رسول الله .قال :الاشراك باالله وعقوق الوالدين
(وكان متكئا فجلس) فقال :الا وقول الزور
“Perhatikanlah ,akan aku beri tahukan kepadamu sebesar-besarnya dosa besar,sahut kami,baiklah ,rasulullah.Beliau bersabda,menyekutukan Allah dan kedua orang tua.saat itu rasulullah sedang bersandar,lalu beliau bersabda’’awas berkata dusta”
                                                                                    (HR.bukhari dan muslim)
2.      Memberikan penafsiran tentang ayat-ayat yang bersifat mujmal dan bersifat mutlak(bayan tafsir). Seperti contoh: dalam alquran perintah shalat hanya disebutkan dengan:
ÉOÏ%r& no4qn=¢Á9$# Ï8qä9à$Î! ħôJ¤±9$# 4n<Î) È,|¡xî È@ø©9$# tb#uäöè%ur ̍ôfxÿø9$# ( ¨bÎ) tb#uäöè% ̍ôfxÿø9$# šc%x. #YŠqåkôtB ÇÐÑÈ
            “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh[865]. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).ayat Ini menerangkan waktu-waktu shalat yang lima. tergelincir matahari untuk waktu shalat Zhuhur dan Ashar, gelap malam untuk waktu Magrib dan Isya”
            Bagaimana cara pelaksanaannya ,kapan waktunya yang tepat shalat Itu harus dilakukan dan sebagainya tidak  terdapat keterangan di dalam alqur’an. Maka datanglah rasulullah memberikan penjelasan, mula-mula beliau secara langsung memberikan contoh secara praktis berupa fi’liyah cara shalat yang dimaksudkan, kemudian beliau bersabda :
صلوا كما رايتمو نى اصلى
“Shalatlah kamu sekalian sebagaimana kamu melihat aku melakukan shalat”.
3.      Menetapkan hukum aturan-aturan yagn tidak didapati di dalam al-qur’an (bayan naskhi), misalnya di dalam masalah pernikahan. Allah menghalalkan persetubuhan dengan cara menikah dan mengharamkannya lantaran zina. Maka bagaimanakah persetubuhan itu terjadi setelah nikah yang menyalahi syara’ ? maka rasulullah bersabda :
ايما امراة نكحت بغير اذن وليها فنكاحها باطل فنكاحها باطل فنكاحها باطل فان دخل بها فلها المهر بما استحل منهاز
 “siapa saja yang menikah tanpa izin walinya maka nikahnya batal, maka kalau sudah terjadi persetubuhan sengannya maka dia berhak menerima lantaran persetujuan itu”
Rasulullah melarang perkawinan antara laki-laki dengan perempuan yang sepersusuan karena mereka dianggap senasab.
Begitu pula nabi melarang poligami antara perempuan dengan bibinya, dengan sabdanya :
لا يجمع بين المراة وعمتها ولا يجمع بين المراة وخالتها
“tidak boleh dikumpulkan antara seorang perempuan dengan saudara bapaknya dan seorang perempuan denga saudara ibunya”
4.   Dasar tasyri (syari'at Islam) tidaklah asing bagi kaum muslimin dan tidak diragukan lagi bahwa As-Sunnah merupakan salah satu sumber hukum Islam disamping Al-Qur'an dan dia mempunyai cabang-cabang yang sangat luas, hal ini disebabkan karena Al-Qur'an kebanyakan hanya mencantumkan kaidah-kaidah yang bersifat umum serta hukum-hukum yang sifatnya global yang mana penjelasannya didapatkan dalam As-Sunnah An-Nabawiyah.
Oleh karena itu As-Sunnah mesti dijadikan landasan dan rujukan serta diberikan inayah (perhatian) yang sepantasnya untuk digali hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Dan pembahasan tentang sunnah Nabi Shallallhu ‘alaihi wa sallam merupakan hal yang sangat penting dalam pembentukan fikrah islamiyah serta upaya untuk mengenal salah satu mashdar syari'at Islam, apalagi As-Sunnah sejak dulu selalu menjadi sasaran dari serangan-serangan firqah yang menyimpang dari manhaj yang haq, yang bertujuan untuk memalingkan ummat Islam dari manhaj Nabawi dan menjadikan mereka ragu terhadap As-Sunnah.
Dalil yang menetapkan tentang kedudukan hadits sebagai dasar tasyri sangat banyak baik berdasarkan Al-Qur'an, hadits itu sendiri maupun ijma (kesepakatan) para sahabat diantaranya;
C      FUNGSI PERBANDINGAN HADITS DENGAN AL-QUR’AN
Sunnah atau hadits dalam islam merupakan sumber hukum kedua dan kedudukannya setingkat lebih rendah daripada al-qu‘an.
            Al-qur’an adalah kalamullah yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muahammad Saw.lewat malaikat jibril secara lengkap berupa lafaz dan sanadnya sekaligus, sedangkan lafaz hadits bukanlah dari Allah melainkan dari redaksi nabi sendiri.
Dari segi kekuatan dallahnya , alqur’an adalah mutawattir yang qat’I, sedangkan hadits kebanyakan khobar ahad yang hanya memiliki dhalalah dzanni.
Para sahabat mengumpulkan al-qur’an dalam mushaf dan menyampaikan kepada umat dengan keadaan aslinya, satu huruf pun tidak berubah atau hilang, sedangkan hadits tidak demikian keadaannya.







BAB III
PENUTUP
A      KESIMPULAN
Dari pembahasan yang  telah kami uraikan sebelumnya, kami dapat memetik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
Ø  Kedudukan hadits dalam ajaran Islam menempati posisi yang sangat strategis.
Ø  Hadits menjadi sumber hukum kedua setelah al-Qur’an.
1)      Memperkuat dan menetapkan hukum-hukum yang tidak ditentukan dalam al quran(bayan taqrir),
2)      Memberikan penafsiran tentang ayat-ayat yang bersifat mujmal dan bersifat mutlak(bayan tafsir),
3)      Menetapkan hukum aturan-aturan yagn tidak didapati di dalam al-qur’an (bayan naskhi),
4)      Dasar tasyri (syari'at Islam).
Ø  Al-qur’an adalah kalamullah yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Muahammad Saw.lewat malaikat jibril secara lengkap berupa lafaz dan sanadnya sekaligus, sedangkan lafaz hadits bukanlah dari Allah melainkan dari redaksi nabi sendiri.
B       SARAN
Mengingat manusia tidak luput dari kesalahan, makalah yang kami susun inipun masih banyak kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dari masyarakat pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Kepada Dosen pengajar diharapkan bimbingan lebih untuk mengingatkan mutu dan kwalitas mahasiswa PAI pada khususnya didalam mengembangkan ilmutafsir demi terwujudnya hubungan mahasiswa dengan masyarakat.





DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Muhammad,Drs,H, Ulumul Hadits, CV Pustaka Setia, Bandung. 2000
Suparta, Munzier, Ilmu Hadist, Jakarta: PT. Raja Grafindo, persada. 2002
     







Kamis, 28 Januari 2010

MAKALAH ULUMUL QUR'AN


BAB I
PENDAHULUAN
A      LATAR BELAKANG
Dengan adanya ilmu tafsir dalam al-qur’an, ilmu tafsir menuntut kita untuk mengkaji secara jeli dan tepat tentang ilmu-ilmu alqur’an. Untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan kitab suci itu, dibutuhkan perhatian khusus, pencurahan penuh dan pembahasan secara mendasar. Pleh kerena itu denga hadirnya makalah yanag kami susun ini diharapkan para pembaca dapat memahami lebih jauh tentang ilmu-ilmu tafsiragar bias diterapkan dalam masyarakat.
B       RUMUSAN MASALAH
A      Al-qur’an surat Al-hujurat Ayat 11-17
B       Al-qur’an surat Ar-ra’d Ayat 11
C       Al-qur’an suratA-anfal Ayat 53
D      Al-qur’an surat Al-baqarah Ayat 137
C      TUJUAN PEMBELAJARAN
Maksud diwujudkannya ilmu tafsir adalah untuk mempermudah mentafsirkan ayat al-qur’an dalam amalan manusia, dalam situasi dan kondisi tertentu. Artinya manusia sebagai makkhluk social harus saling memahami dan mengenal antara sesame untuk saling memperbaiki dan saling menasehati menuju jalan yng benar.




BAB II
EKSISTENSI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

AL-HUJURAT : 11

ياّيها الذين امنوا لايسخرقوم من قوم عسىّ ان يكونواخيرامنهم ولا نساء عسى ان يكن خيرا منهن ولاتلمزواانفسكم ولاتنا يزوابالالقاب بئس الاسم الفسوق بعد الايمان ومن لم يتب فاولئك هم الظلمون

Artinya : “hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang di olok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olokkan dan jangan pula wanita-wanita mengolok-olokan wanita-wanita yang lain karena boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olokan lebih baik dari wanita-wanita yang mengolok-olokan dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan jangan kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk penggilan ialah panggilan yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”

Penafsiran Kata-Kata Sulit
السخرية                       : Mengolok-olok, menyebut-nyebut aib dan kekurangan orang  lain  dengan    cara menimbulkan tawa.
القوم                            : Telah umum diartikan laki-laki yang umum, bukan o_ang-orang perempuan.
ولاتلمزواانفسكم              : Janganlah kamu mencela dirimu sendiri. Maksudnya jangan sebagian kamu mencela sebagian yang lain dengan perkataan atau isyarat tangan, mata atau semisalnya. Karena orang-orang mukmin adalah seperti satu jiwa. Maka apabila seorang mu’min mencela orang mu’min yang lain maka seolah-olah mencela dirinya sendiri.
التنابز                          : Saling mengejek panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang tidak disukai oleh seseorang.
Sesudah itu Allah SWT. Menyebutkan alasan hal itu tidak boleh dilakukan, dengan firamanNya
Karena orang yang diolok-olokkan itu lebih baik disisi Allah dari pada orang yang mengolok-olokkannya.
Dan janganlah wanita-wanita mengolok-olokan wanita-wanita yang lain karena boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olokan lebih baik dari wanita-wanita yang mengolok-olokan.
Dan janganlah sebagian kamu mencela sebagian yang lain dengan ucapan atau isyarat dengan tersembunyi.
Firman Allah SWT. Merupakan peringatan bahwa orang yang berakal tentu tidak akan mencela dirinya sendiri oleh karena itu, tidak sepatutnya ia mencela orang lain karena seorang lain itupun seperti dirinya juga, dan janganlah kamu memanggil sebagian yang lain dengan gelar yang menyakiti dan tidak disukai.
Alangkah buruknya sebutan yang disampaikan oleh orang-orang mu’min bila dia disebut sebagian orang-orang fasik setelah mereka masuk kedalam iman dan termashur dengan keimanan tersebut dan barang siapa yang tidak bertaubat dari mencela saudar-saudarnya dengan gelar-gelar yang Allah melarang mengucapkannya atau mengguanakannya sebagai ejekan atau olok-olok terhadapnya maka mereka itulah orang-orang yang menganiaya diri sendiri yang berarti mereka menimpakan hukuman Allah terhadap diri sendiri.
Alah SWT melarang kita mengejek dan menghina orang lain sebagaimana yang telah ditetapkan didalam hadits sahih bahwa rasullallah bersabda :

الكبر بطر الحق وغمص الناس – ويروى – وغمط الناس
“kesombongan itu adalah mencampakkan kebenaran dan menghinakan manusia”
Kesombongan ini hukumnya haram. Boleh jadi, orang yang dihina itu kedudukannya lebih mulia disisi Allah. Itulah sebabnya Allah SWT berfirman, “hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka yang di olok-olokkan lebih baik dari mereka yang mengolok-olokkan itu dan jangan pula wanita-wanita mengolok-olokan wanita-wanita yang lain karena boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olokan lebih baik dari wanita-wanita yang mengolok-olokan. Ayat ini merupakan larangan bagi laki-laki dan wanita”.
Firman Allah, “dan janganlah kamu mencela diri kamu sendiri” ini seperti firmanNya, “dan janganla kamu membunuh dirimu sendiri” maksudnya ialah janganlah satu sama lain saling membunuhh. Sednagkan maksud pengaggalan di atas adalah janganlah satu sama lain saling mencela.
Al-hamz adlah mencela denga perbuatan. Sedangkan al-lamz adalah mencela denga perkataan. Hal ini dilakukan untuk menghina orang lain dan berbuat sewenag-wenag terhadap mereka. Dan mengdu domba manusia termasuk mencela lewat perkataan. Sebagaimana yang telah difirmankanNya, “kecelakaanlah bagi setiap yang mencela dengan ucapan dan pencelaan denga perbuatan.
Firman Allah selanjutnya, “dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar yang buruk”yaitu, janganlah kalian memanggil sebagian yang lain dengan sebutan yang buruk yang tidak enak bila didengar oleh seseorang. Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad Bahwa Abu Juair Bin Dhahak mengatakan (22), “ayat ini, dan janganlah kamu panggil memanggil denga gelar yang buruk” diturunkan berkenaan dengan kami, bani salamah. Perawi mengatakan, rasullallah sampai di kota Madinah. Dan tidak ada seorangpun diantara kami melainkan dia mempunyai dua atau tiga nama. Maka jika beliau memanggil denga salah satu namanya, maka orang –orang mengatakan, “ya rasullallah, dia marah jika dipanggil dengan sebutan itu” maka turunlah ayat, “dan janganlah kamu panggil  memanggil dengan gelar yang buruk”
Firman Allah selanjutnya, “seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah iman. Yaitu, sejelek-jelek sifat dan nama ialah yang buruk . yaitu saling memanggil dengan sebutan yang buruk, sebagaimana sifat-menyifati yang dilakukan oleh orang-orang jahiliah, setelah kamu masuk islam dan kamu memahami keburukannya.”Dan barang siapa yang tidak bertaubat” dari kelakuan seperti ini , maka merekalah orang-orang yang zalim.

AL-HUJURAT : 12

ياّيها الذين امنو ااجتنبوا كثيرا من الظن ان بعض الظن اثم ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا ايحي احد كم ان ياً كل لحما اخيه ميتا فكرهتموه واتقواالله ان لله تواب رحيم

Artinya : “hai orang-orang yang beriman, jauhilah dari perangsangka sesungguhnya sebagian perasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mecari-cari kesalah orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Suka kah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati…..? maka tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah penerima taubat lagi maha penyayang”
hai orang-orang yang berimanjauhilah oleh kalian kebanyakan buruk sangka terhadap sesame orang mu’min yaitu kamu menyangka mereka dengan persangka yang buruk selagi hal itu dapat kamu lakukan. Menurut sebuah hadits “sesungguhnya Allah mengharamkan darah dan kehormatan orang islam dan disangka dengan perasangka yang buruk.
Namun demikian, _ersangkaan yang buruk itu hanya diharamkan terhadap orang yang disaksikan sebagai orang yang menutupi aibnya, shaleh dan terkenal amanatnya. Adapun orang yang mempertontonkan diri sebagai orang yang gemar melakukan dosa seperti orang yang masuk ke tempat-tempat pelcuran atau berteman dengan penyanyi-nyanyi cabul maka tidaklah diharapkan berburuk sangka terhadapnya.
Selanjutnya Allah SWT. Memberikan alas an dari perintahnya supaya menjauhi banyak purbasangka dengan firmanNya :
ان بعض الظن اثم  :sesungguhnya menyangka seorang mu’min dengan perasangkaan yang buruk adalah dosa. Karena Allah telah melarang perbuatan seperti itu jadi melakukannya dosa besar.
Semakna dengan ayat ini :
وظننتم ظن السوء وكنتم قوما بورا
            Artinya : “dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadikan yang binasa"
ولا تجسسواdan janganlah sebagian kamu meneliti keburujan sebagian lainnya dan janganlah mencari-cari rahasia-rahasianya dengan tujuan mengetahui cacat-cacatnya. Akan tetapi puaslah kalian dengan apa yang nyata bagimu mengenai dirinya lalu pujilah atau kecamlah berdasarka yang nyata itu bukan berdasarka hal yang kamu ketahui darri yang tidak nyata.
ولا يغتب بعضكم بعضا: dan janganlah kamu menceritakan sebagian yang lain dengan sesuatu yang ia tidak sukai ketika orang itu tidak ada.
Adapun yang dimaksud menyebut ialah menyebut-nyebut denga terang-terangan atau dengan isyarat atau dengan cara yang lain yang bias diartika sebagai perkataan. Karena itu semua berarti menyakiti orang yang digunjing dan memanaskan hatinya serta memecah belah jamaah. Karena menggunjing memang merupaka api yang menyal, ia tidak akan membiarkan sesuatupun dan takkan menyisakan dan yang dimaksud sesuatu yang ia sukai adalah hal yang berkenan dengan agama atau duninya, rupa, akhlak, harta, anak, istri, pembantu, pakaian atau apa saja yang berkaitan dengannya.
Apakah seseorang dari kalian suka memakan daging saudaranya setelah ia meninggal dunia. Kalaupun tidak suka melakukan hal itu bahkan kamu membencinya karena nafsumu memang merasa jijik maka demikian pula hendaklah kamu tidak suka menggunjing saudaramu ketika ia hidup.
Maka janganlah kamu suka menggunjing dan bertaqwalah kamu kepada Allah tenntang apa yang Dia perintahkan dan Dia larang terhadapmu waspadalah dan takutlah kamu kepada Allah sesungguhnya Allah menerima taubat dari orang yang mau bertaubat kepadaNya atas dosanya yang sudah terlanjur ia lakukan, lagi maha belas kasih kepadanya sehingga Dia tidak akan mengazab setelah ia bertaubat.
Allah SWT melarang hamba-hamNya yang beriman banyak berperasangka, yaitu melakukan tuduhan dan sangkaan buruk terhadap keluarga, kerabat dan orang lain tidak pad tempatnya, seba sebagian dari perasangka itu adalah murani perbuatan dosa.
Maka jauhilah banyak perasangka buruk itu sebagai suatu kewaspadaan, diriwayatkan kepada kami dari amirul mu’minin umar bin khattab bahwa beliau mengatakan “barperasangka baiklah terhadap tuturan yang keluar dari mulut saudaramu yang beriman, sedang kamu sendiri mendapati adanya kemungkinan tuturan itu mengandung kebaikan”.
Firman Allah, “ Dan janganlah  kamu mencari-cari kesalahan orang lain” yakni, satu sama lain mencari-cari kesalahan masing-masing. Dan istilah tajassus (mata-mata).
Adapun pengertian tajassus biasanya diartikan untuk sesuatu yang baik. Seperti firaman Allah SWT ketika menceritakan tentang ya’kub, yaitu : hai anak-anakku pergilah kamu maka carilah berita tentang yusuf dan saudaaranya,……., akan tetapi terkadang kedua istilah ini digunakan untuk menunjukkan hal yang jelek.
Ghibah adalah haram berdasarkan ijma’ ulama’. Tidak ada pengecualian mengenai perbuatan ini kecuali terdapat kemaslahatan yang lebih kuat, seperti penetapan kecatatan olleh perawi hadit, penilaian keadilan, dan pemberian nasihat.
Demikian juga ghibah yang sejeniis ketiga ini. Sedangkan selain dari pada itu tetap didalam pengharaman yang sangat kuat dan larangan yang sangat kuat. Itulah sebabnya Allah berfirman “ sukakah salah seorang diantara kamu mamakan daging saudaranya yang sudah mati” yaitu sebagaiman kamu membeci tentang hal ini secara naluriyah, maka kamupun harus membencinya berlandaskan syariat, karena hukumnya akan lebih hebata dari sekedar memakan bangkai manusia.
Dan jalan pikiran ini merupakn cara untuk menjauhkan diri dari padanya, sebagaimana yang telah disabdakan Rasullalllah yang berkenaan dengan orang mengambil kembali apa yang telah diberikannya, “seperti anjing yamg muntah kemudian memakan kembali muntahnya”.
AL-HUJURAT : 13

ياايهاالناس ان خلقنكم من ذكر وانثى وجعلنكم شعوبا وقبائل لتعارفوا ان اكرمكم عند لله اتقكم ان لله عليم خبيرا

Artinya : “hai manusia, sesungguhnya kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal”
Setelah Allah SWT. Melarang pada ayat-ayat yang lalu mengolok-olok sesama manusia mengejek serta menghina dan panggil memanggil gelar yang buruk maka disisi Allah menyebutkan ayat yang lebih menegaskan lagi larangan tersebut da memperkuat cegahan tersebut. Allah menerangkan bahwa manusia seluruhnya berasal dari seorang ayah dan seorang ibu.
Allah telah memberitahukan kepada manusia bahwa Dia telah menciptakan mereka dari satu jiwa itu pasangannya, itulah Adam dan Hawa dan Allah juga telah menciptakan mereka berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.
Maka kemuliaan manusia dipandang dari kaitan tentang ketanahannya denga Adam dan Hawa adalah sama. Hanya saja kemuliaan mereka itu bertingkat-tingkat bila dilihat dari suduut keagamaannya, seperti dalam hal ketaatannya kepada Allah SWT dan kepatuhan kepada RasulNya, karena itu setelah Allah melarang berbuat ghibah dan menghina satu sama lain, maka dia mengingatkan bahwa mereka itu sama dalam segi kemanusiaannya.

AR-RA’D : 11

له معقبت من بين يديه ومن خلفه يحفظونه من امر الله ان الله لايغير مابقوم حتى يغيروامابانفسهم واذاارادالله بقوم سوءا فلامردله ومالهم من دونه من وال

Artinya : “bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, dimuka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendir.dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum maka tak ada yang dapat  menolakNya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”
Para malaikat itu menjaga manusia dengan perintah, izin, dan pemeliharaan Allah.
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum berupa nikmat dan kesehatan lalu mencabutnya dari mereka, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri, seperti kezaliman sebagian mereka terhadap sebagian yang lain,dan kejahatan yang menggerogoti tatanan masyarakat serta menghacurkan ummatt,  seprti bibit penyakit menghancurkan individu.
Apabila Allah menghendaki keburukan bagi suatu kaum, seperti penyakit, kemiskinan, dan musibah lain yang disebabkan oleh ulah mereka sendiri, maka tidak ada seorangpun yang dapat melindungi mereka daripadanya tidak pula dapat menolah apa yang telah ditakdirkan Allah bagi mereka.
Mereka tidak mempunyai selain Allah seorang yang dapat menolah mereka, sehingga mendatangkan manfaat dan menolak kemudaratan dari mereka. Tuhan-tuhan yang mereka jadikan tidak dapat melakukan sedikitpun dari semua itu tidak pula dapat menolak bahaya dari dirinya sendiri lebih-lebih menolaknya dari yang lain.

AL-ANFAL : 53

ذلك بان الله لم يك مغيرا نعمة انعمها على قوم حتى يغيروامابانفسهم وان الله سميع عليم

Artinya : “yang demikian siksaan itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugrahkannya kepada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah maha melihat lagi maha mengetahui”

AL-BAQARAH : 137

فان امنوا بمثل ماامنتم به فقداهتدوا وان تولوافانماهم فى شقاق فسيكفيكهم الله وهوالسميع العليم

Artinya : “maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu beriman kepadanya,sungguh mereka sudah mendapat petunjuk dan jika mereka berpaling,sesungguhnya mereka berada pada permusuhan dengan kamu. Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka.dan dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahui”
فان امنوا بمثل ماامنتم به فقداهتدوا
Artinya : Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu beriman kepada Allah dengan iman yang benar, disamping beriman kepada para nabi dan rasul seperti kamu beriman kepada mereka, dan merekapun meninggalkan keyakinan dan menduga bahwa Allah SWT itu bias menjelma pada sebagian Nabi dan rasulNya adalah anak tuhan, maka jika demikian barulah sebenar-benar mendapat hidayah.
Sebab mereka berkeyakinan demikian karena iman mereka terhadap Allah telah dicampuri oleh paham berhala. Mereka benar-benar telah kehilangan inti ajaran para Nabi yakni ikhlas mengabdi kepada Allah, mengesakan Allah dan membersihkan jiwa sehingga mereka semakin jauh dari tujuan-tujuan agama yang sebenarnya.

وان تولوافانماهم فى شقاق
Artinya, jika mereka berpaling dari apa yang kamu ajak yakni kebali kepada inti ajaran agama dan masih beriman kepada sebagian rasul dan menolak sebagian lainnya maka akan semakin jauh dari kalian dan menjadi musuh kalian.

فسيكفيكهم الله وهوالسميع العليم
Artinya, Allah akan menjamin kamu dari gangguan dan tipu muslihat meraka. Kalian akan selamat bahkan Allah akan memperkuat da’wahmu serta akan memenangkan kamu secara gemilang.
Memang Allah telah membuktikan janjiNya kepada Nabi dan umat islam. Banyak dari kalangan quradah (yahudi) yang tertawa, dan kalangan bani nadil yang terusir ke negri syam.kemudian diwajibkan bagi kaum nasrani najran untuk membayar jizyah. Allah adalah maha mendengar segala perkataan yang keluar dari mulut yang mengajak kepada kekupuran dan kesesatan.. dan Allah maha mengetahui apa yang mereka simpan terhadap sahabat-sahabatmu yakni perasaan dendam dan kebencian.



BAB III
PENUTUP
A      KESIMPULAN
Dari pembahasan yang  telah kami uraikan sebelumnya, kami dapat memetik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
Ø  Allah melarang kita mengolok-olok suatu kaum karena boleh jadi orang yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok.
Ø  Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman banyak berperasangka buruk karena berperasangka buruk itu merupakan dosa.
Ø  Allah memberitahukan kepada umat manusia bahwa Dia telah menciptakan kita dari satu jiwa dan telah menjadikan jiwa itu berpasang pasangan.
Ø  Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum berupa nikmat dan kesehatan lalu mencabutnya dari mereka, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Ø  Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugrahkannya kepada suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri
Ø  Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu beriman kepadanya,sungguh mereka sudah mendapat petunjuk dan jika mereka berpaling,sesungguhnya mereka berada pada permusuhan dengan kamu.




B       SARAN
Mengingat manusia tidak luput dari kesalahan, makalah yang kami susun inipun masih banyak kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dari masyarakat pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Kepada Dosen pengajar diharapkan bimbingan lebih untuk mengingatkan mutu dan kwalitas mahasiswa PAI pada khususnya didalam mengembangkan ilmutafsir demi terwujudnya hubungan mahasiswa dengan masyarakat.