Powered By Blogger

Sabtu, 05 November 2011

MAKALAH PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


BAB I
PENDAHULUAN
A      LATAR BELAKANG
Psikologi perkembangan merupakan cabang dari psikologi individu, baik sebelum maupun setelah kelahiran berikut kematangan perilaku J.P. Chaplin, 1979) psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari karakteristik setiap fase-fase perkembangan. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk mengetahui karakteristik perkembangan fase remaja, hal-hal apa saja yang mempengaruhi psikologi perkembangan pada fase remaja, serta problematika pacaran pada masa remaja dan lainnya.
B       RUMUSAN MASALAH
1.      Perkembangan Remaja
2.      TUJUAN PEMBELAJARAN
Maksud diwujudkannya ilmu psikologi adalah untuk mempermudah mengetahui perkembangan remaja dan seluk beluknya..











BAB II
PERKEMBANGAN REMAJA
  1. REMAJA
Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak-kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik cepat. Pertumbuhan cepat yang terjadi pada tubuh remaja luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja.
Fase remaja merupakan perkembangan individu yang sangat penting, yang diawali dengan matangnya organ-organ fisik (seksual) sehingga mampu bereproduksi. Menurut Konpka (Pikunas, 1976) masa remaja ini meliputi (a) remaja awal: 12-15 tahun; (b) remaja madya: 15-18 tahun; (c) remaja akhir: 19-22 tahun.
  1. Masa-Masa Remaja
Masa remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian karena sifat-sifat khasnya dan peranannya yang menentukan dalam kehidupan individu dalam masyarakat orang dewasa. Masa ini dapat diperinci lagi menjadi beberapa masa, yaitu sebagai berikut :
1.      Masa praremaja (remaja awal)
Masa praremaja biasanya berlangsung hanya dalam waktu relatif singkat. Masa ini ditandai oleh sifat-sifat negative pada si remaja sehingga seringkali masa ini disebut masa negative dengan gejalanya seperti tidak senang, kurang suka bekerja, pesimisitik, dan sebagainya. Secara garis besar sifat-sifat negative tersebut dapat diringkas, yaitu a) negative dalam prestasi, baik prestasi jasmani maupun prestasi mental; dan b) negative dalam sosial, baik dalam bentuk menarik diri dari masyarakat (negative positif) maupun dalam bentuk agresif terhadap masyarakat (negative aktif).
2.      Masa remaja (remaja madya)
Pada masa ini mulai tumbuh dalam diri remaja dorong untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dapat memahami dan menolongnya, teman yang dapat turut merasakan suka dan dukanya. Pada masa ini, sebagai masa mencari sesuatu yang dapat dipandang menilai, pantas dijunjung tinggi dan di puja-puja sehingga masa ini disebut masa merindu puja (mendewa-dewakan), yaitu sebagai dewa remaja.
3.      Masa remaja akhir.
Setelah remaja telah ditentukan pendirian hidupnya, pada dasarnya telah tercapailah masa remaja akhir dan telah terpenuhilah tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu menemukan pendirian hidup masuklah individu ke dalam masa dewasa.
4.      Masa Usia Kemahasiswaan
Masa usia mahasiswa sebenarnya berumur sekitar 18,0 sampai 25,0 tahun. Mereka dapat digolongkan pada masa remaja akhir sampai masa dewasa awal atau dewasa madya. Dilihat dari segi perkembangan, tugas perkembangan pada usia mahasiswa ini ialah pemantapan pendirian hidup.
  1. Karakteristik Perkembangan Remaja
Seiring perkembangan dan pertumbuhan fisik, terjadi pula perubahan dan perkembangan di dalam tubuhnya.
Organ seks menjadi besar disertai dengan kemampuannya untuk melaksanakan fungsinya. Pada remaja putri terjadi pembesaran payudara dan pembesaran pinggul. Di samping itu meningkat pula dengan cepat berat dan tinggi badan. Sedangkan pada remaja pria mulai kelihatan (membesar) jakun di lehernya dan suara menjadi sengau / besar. Di samping itu bahunya bertambah lebar dan mulai tumbuh bulu di ketika dan di atas bibir atasnya (kumis). Satu tanda Kematangan seksual dengan jelas pada remaja putri tetapi hanya diketahui oleh yang bersangkutan saja, yaitu terjadinya datang bulan / haid dan pada remaja putera mimpi basah. Tanda-tanda permulaan Kematangan seksual tidak berarti bahwa secara langsung terjadi kemampuan reproduksi.

















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sebagian besar responden menyatakan setuju hingga pacaran. Sebagian besar responden menyatakan pernah mempunyai pacar atau berpacaran. Sebagian besar responden menyatakan sedang tak mempunyai pacar saat ini (periode 2008).
Sebagian besar responden menyatakan pertama kali mempunyai pacar pada usia < 7 tahun. Hal ini sangat beresiko sekali, karena umur <17 tahun adalah umur yang sangat rentan dan labil terjerumus ke dalam hal-hal yang sifatnya negatif serta masih kurangnya daya kontrol untuk mengontrol diri, emosi nafsunya.
B.     SARAN
Mengingat manusia tidak luput dari kesalahan, makalah yang kami susun inipun masih banyak kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dari masyarakat pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.











DAFATAR PUSTAKA
Sarwono Sarwinto Wirawan,Drs Pengantar Psikologi, Bulan Bintang, Jakarta. 1926.
Darajat Zakiah, 1995, Remaja Harapan dan Tantangan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.
Hur lock Elizabeth, 1999, Psikologis Perkembangan, Jakarta: Erlangga
Syamsu Yusuf, 2004, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.




Jumat, 02 September 2011

MAKALAH HADITS


BAB I
PENDAHULUAN
A      LATAR BELAKANG
Sebagai makhluk allah yang paling sempurna, manusia memiliki proses perjalanan hidup yang panjang, kehidupan di dunia ini merupakan satu-satunya kesempatan untuk mengumpulkan bekal menuju alam akhirat. Dan sebaik-baik bekal adalah takwa, namun disisi lain manusia harus benar-benar pandai memanfaatkan kesempatan yang terbatas itu untuk kepentinga masa depannya.
Oleh kerena itu, sebagai langkah awal mencari bekal di dunia maupun akhirat, kita perlu mengetahui Hadits Tentang Kecakapan Diri, Berfikir Akademik, Sosial Dan Penciptaan Lapangan Pekerjaan.
B       RUMUSAN MASALAH
A.    Berguna Bagi Orang Lain.
B.     Pengetahuan Kunci Kesuksesan.
C.     Jerih Payah/Hasil Karya Sendiri.
C      TUJUAN PEMBELAJARAN
Maksud dan tujuan kami dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mempermudah memahami hadits Nabi Tentang Kecakapan Diri, Berfikir Akademik, Sosial Dan Penciptaan Lapangan Pekerjaan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


AB IIB
KORPUS DATA
عَنْ جابر قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلم يألف ويؤلف ولاخير فيمن لايألف ولايؤلف وخير الناس انفعهم للناس .
) رواه مسلم (
. عَنْ ابى عمر ان رجلا جاء الى رسول الله صلى اللَّه عليه وسلم فقال : يارسول الله اي الناس أحب الى الله ؟ واي الاعمال أحب الى الله عز وجل ؟ فقال رسول الله : أحب الناس الى الله أنفعهم للناس, وأحب الاعمال الى الله سرور تدخله على مسلم, وتكشف عنه كربه, او تقضى عنه دينا, او تطرد عنه جوعا, ولأن أمشي مع اخ لي في حاجة أحب ألي من ان اعتكف في المسجد, يعني مسجد المدينة, شهرا, ومن كن غضبه سترالله عورته, ومن عظم غيظه, ولو شاء ان يمضيه امضاه, الله عزوجل قلبه أمنا يوم القيامة, ومن مشي مع أخيه في حاجة حتى اثبتها له اثبت الله.
"عزوجل قدمه على الصراط يوم تزل فيه الأقدام" (رواه الطبران)
 عن عنس قال : أن النبي صلى اللَه عليه وسلَم قال : من ارادالدنيا فعليه بالعلم ومن ارادالاخرة فعليه بالعلم ومن ارادهما فعلبه بالعلم (رواه ترمذى)               
عن ابن مقدم ابن معد قرب سمعت رسول الله قال ما أكل احد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده (رواه البخارى)





BAB III
HADITS NABI TENTANG
KECAKAPAN MENGENAL DIRI, BERFIKIR AKADEMIK, SOSIAL DAN PENCIPTAAN LAPANGAN PEKERJAAAN
A.    Berguna Bagi Orang Lain
عَنْ جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم يألف ويؤلف ولاخير فيمن لايألف ولايؤلف وخير الناس انفعهم للناس .
( رواه  الطبران و الدارقطن)
“Dari Jabir berkata, bersabda Rasulullah Saw orang islam itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bersikap ramah, dan sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain” (HR. Thabrani dan Daruqutni). Hadits ini dishahehkan oleh Al-Bani di dalam “As-Shahihah- nya”.
. عَنْ ابى عمر ان رجلا جاء الى رسول الله صلى اللَّه عليه وسلم فقال : يارسول الله اي الناس أحب الى الله ؟ واي الاعمال أحب الى الله عز وجل ؟ فقال رسول الله : أحب الناس الى الله أنفعهم للناس, وأحب الاعمال الى الله سرور تدخله على مسلم, وتكشف عنه كربه, او تقضى عنه دينا, او تطرد عنه جوعا, ولأن أمشي مع اخ لي في حاجة أحب ألي من ان اعتكف في المسجد, يعني مسجد المدينة, شهرا, ومن كن غضبه سترالله عورته, ومن عظم غيظه, ولو شاء ان يمضيه امضاه, الله عزوجل قلبه أمنا يوم القيامة, ومن مشي مع أخيه في حاجة حتى اثبتها له اثبت الله.
"عزوجل قدمه على الصراط يوم تزل فيه الأقدام" (رواه الطبران)
“Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi Saw dan berkata : wahai rasulullah, siapakah yang paling dicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai oleh Allah ? rasulullah saw menjawab : orang yang paling dicintai oleh Allah adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain dan amal yang paling dicintai oleh Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk menunaikan suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada beri’tikaf di dalam masjid ini, yaitu masjid Madinah selama satu bulan. Dan barang siapa yang menghentikan amarahnya, maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barang siapa yang menahan amarahnya padahal dirinya sanggup melakukannya, maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang berjalan bersama saudaraya untuk menunaikan kebutuhannya sehingga tertunai kebutuhan it, maka Allah akan menangguhkan kakinya pada hari perhitungan”. (HR. Thabrani). Hadits ini di hasankan oleh syaikh Al-Bani.[1]
Hadis di atas menjelaskan tentang menebarkan kebaikan diantara kita, khususnya saudara kita sesama muslim yang adalah salah satu perintah Allah. Dan yang termasuk kebaikan adalah menebarkan sikap menjaga tali silaturahmi diantara kita, dengan mengembangkan sikap ini, maka telah mengembangkan sifat tanggung jawab terhadap ikrar keimanan kita kepada Allah SWT yang kita buktikan dengan menjalankan perintahnya dan kita sama-sama mengetahui bahwa orang yang bertanggung jawab adalah orang yang berguna bagi sesama makhluk.
B.     Pengetahuan Kunci Kesuksesan
عن عنس قال : أن النبي صلى اللَه عليه وسلَم قال : من ارادالدنيا فعليه بالعلم ومن ارادالاخرة فعليه بالعلم ومن ارادهما فعلبه بالعلم
(رواه ترمذى)
 “Dari Anas berkata, Rasulullah bersabda : barang siapa yang menginginkan dunia, hendaklah ia berilmu dan barang siapa yang menginginkan akhirat (kebahagiaan dikemudian hari), hendaklah dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah dengan ilmu”. (HR. Tirmidzi).[2] 
Hadits diatas menjelaskan 3 perkara terhadap kehidupan manusia di dunia maupun diakhirat :
1.      Kehidupan dunia
Apabila seseorang menghendaki supaya kehidupannya di dunia mendapatkan kebahagiaan (kesuksesan), maka dia harus menguasai ilmu dunia. Biasanya pada bagianOini banyak dilakukan oleh orang-orang beragama Kristen atau orang-orang yang non islam. Sebagai contoh di zaman sekarang ini, tekhnologi sudah sangat canggih di jepang penduduknya sebagian besar sudah bisa membuat robot bahkan mereka sudah bisa membuat manusia robot. Apakah ilmu itu bisa mengantarkan mereka masuk surga? jawabannya adalah tidak, karena mereka tidak atau belum melapazkan 2 kalimat syahadat yang merupakan kunci pertama masuk islam sehingga ilmu mereka itu sebatas dunia saja sedangkan akhirat tidak.
2.      Kehidupan akhirat
Salah satu cara untuk dapat mencapai atau meraih kebahagiaan di akhirat adalah dengan menguasai ilmu-ilmu akhirat. Banyak para wali-wali atau sahabat yang tisak terlalu mementingkan kebahagiaan dunia karena mereka tahu bahwa kebahagiaan dunia hanyalah kebahagiaan yang menipu. Maka oleh sebab itu mereka lebih mengejar kebahagiaan akhirat yaitu kebahagiaan yang abadi dengan mempelajari apa saja yang bisa mengantarkannya menuju kebahagiaan tersebut.
3.      Kehidupan dunia akhirat
Pada bagian inilah manusia sangat sering berdoa kepada Allah supaya mereka mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.namun apabila suatu doa tidak diiringi dengan ikhtiar atau usaha utuk mencapai apa yang telah dimohonkan itu ,maka semua itu tida lain hanya kebohongan semata.manusia yang ingin hidupnya bahagia di dunia dan akhiraat hendaklah ia mencari dan menguasai ilmu yang berkaitan dengan keduanya. orang yang menginginkan kehidupan dunia akhirat, secara optimal dia akan mencari ilmu yang mana bisa membuat dia hidup sakinah. Apakah itu tentang perkantoran, perbankan, perguruan ataupun ilmu tentang perakitan kapal dan lain-lain. Di samping itu juga dia harus mencari ilmu yang bisa menjadikan dia untuk bahagia di akhirat, baik ilmu shalat, ikhlas, puasa, akhlakul karimah dan lain-lain. Maupun ilmu-ilmu yang yang bisa di amalkan kepada sesama manusia dengan mengharapkan ridho Allah.[3]
C.    JERIH PAYAH ATAU HASIL USAHA SEENDIRI
عن ابن مقدم ابن معد قرب سمعت رسول الله قال ما أكل احد طعاما قط خيرا من ان يأكل من عمل يده. وان نبي الله داود عليه السلام كان يأكل من عمل يده
 (رواه البخارى)
“Dari Miqdam Bin Ma’di Karib Bersabda Nabi Saw “sama sekali tidaklah  seseorang menyantap makanan yan lebih baik dari (hasil) kerja tangannya (sendiri). dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS senantiasa makan dari (hasil) kerja tangannya (sendiri). (HR.Bukhari).

Penjelasan hadist diatas adalah :
1.      Hadist ini mengajarkan bahwa makanan yang terbaik bagi seseorang adalah makanan yang diperoleh dari hasil kerjanya sendiri, bukan dari warisn orang tua, pemberiam oramg lain atau semacamnya. Nabi menyatakan seperti ini tentunya terkandung maksud memberikan dorongan kepada kita semua untuk giat bekerja dan berkarya, Nabi tidak menghendaki orang islam malas bekerja atau menggantungkan kebutuhan kepada pihak orang lain.
2.      Kemudian Nabi menyatakan di dalam hadits diatas bahwa Nabi Daud AS makan dari hasil jerih payahnya sendiri. Jika kita telah mengetahui bahwa seorang nabipun tetap bekerja untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya, maka kita yang bukan nabi harus lebih giat lagi bekerja.
3.      Demikianlah ternyata para Nabi dan Rasul juga bekerja untuk mencari rizki, sebagaimana kebanyakan manusia hidup. Oleh karena itu orang yang malas atau tidak mau bekerja adalah tercela dalam agama, kecuali jika orang itu telah lanjut usia atau tengah ditimpa penyakit , sehingga tidak mungkin mampu melakukan pekerjaan.[4]





BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dapatlah disimpulkan Bahwa hadits Tentang Kecakapan Diri, Berfikir Akademik, Sosial Dan Penciptaan Lapangan Pekerjaan termuat dalam pembahasan :
Ø  Berguna bagi manusia bahwa orang yang dicintai oleh Allah SAW adalah orang yang paing bermanfaat bagi manusia lainnya.
Ø  Pengetahuan sebagai kunci kesuksesan bahwa barang siapa yang menginginkan dunia, hendaklah ia berilmu dan barang siapa yang menginginkan akhirat (kebahagiaan dikemudian hari), hendaklah dengan ilmu dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), hendaklah dengan ilmu.
Ø  Jerih payah/ karya sendiri bahwa makanan yang terbaik adalah makanan yang diperoleh dari hasil kerja sendiri.
B.     SARAN
Mengingat manusia tidak luput dari kesalahan, makalah yang kami susun inipun masih banyak kesalahan dan kekeliruan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran dari semua mahasiswa dan dosen yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Kepada Dosen pengajar diharapkan bimbingan lebih untuk mengingatkan mutu dan kwalitas mahasiswa PAI pada khususnya didalam mengembangkan ilmu hadits demi terwujudnya implimentasi dalam kehidupan sehari-hari.



DAFTAR PUSTAKA
·         As’ad, H. M. Aly, 1986, Al-Qur’an-Al-Hadits, Kota Kembang, Jogjakarta.
·         Rifa’i, Drs. M. 1978, Ilmu Fiqh Islam Lengkap, PT. Karya Toha, Semarang.
·         Muhammad bin Ismailm al-Shan’aniy, Subul al-Salam, Juz IV, (Cet. IV; Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabiy, 1379 H.).













[1] (Lihat, di dalam kitab “At-Targib Wattarhib” hal. 2.623).
[2] (Lihat  di dalam kitab Ibanatul Ahkam).
[3]  Muhammad bin Ismailm al-Shan’aniy, Subul al-Salam, Juz IV, (Cet. IV; Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabiy, 1379 H.)
[4] (Tafsir Ibn Katsir [Beirut: Dar al-Fikr,  1404  H/1984  M),  jilid  1,  hal.  380)

Rabu, 31 Agustus 2011

MAKALAH TAFSIR TARBAWIE


BAB I
PENDAHULUAN
A      LATAR BELAKANG
Dengan adanya ilmu tafsir dalam Al-Qur’an, ilmu Tafsir menuntut kita untuk mengkaji secara jeli dan tepat tentang aspek pendidikan yang terkandung dalam rukun iman pada kehidupan akahirat. Untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tersebut, dibutuhkan perhatian khusus, pencurahan penuh dan pembahasan secara mendasar. Oleh kerena itu dengan hadirnya makalah yanag kami susun ini diharapkan para pembaca dapat memahami lebih jauh tentang aspek pendidikan yang terkandung dalam rukun iman pada kehidupan akahirat agar bisa diterapkan dalam masyarakat.
B       RUMUSAN MASALAH
a.       SURAH AL-QAF AYAT 19-23
b.      SURAT AL-A’LA AYAT 14-17
c.       SURAT AL-HADID AYAT 20
C      TUJUAN PEMBELAJARAN
Maksud diwujudkannya ilmu Tafsir adalah untuk mempermudah mentafsirkan ayat Al-Qur’an dalam amalan manusia, dalam situasi dan kondisi tertentu. Artinya manusia sebagai makkhluk tuhan harus mengaflikasikan dalam proses pendidikan.






BAB II
ASPEK PENDIDIKAN YANG TERKANDUNG
DALAM RUKUN IMAN PADA KEHIDUPAN AKAHIRAT

A.    Surah Al-Qaf Ayat 19-23
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ () وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ () وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ () لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ () وَقَالَ قَرِينُهُ هَذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ
Artinya : “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya, itulah yang kamu lari darinya, dan ditiuplah sangkakala. itulah hari terlaksananya ancaman. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan malaikatpengiring dan malaikat penyaksi. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari hal ini, maka kami singkapkan darimu tutupan yang menutupi matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. dan yang menyertai dia berkaata “inilah catatan amalnya yang tersedia pada sisiku”.”
·         Tafsir Ayat
Al-Maraghi lebih lanjut mengatakan bahwa ayat yang berbunyi:
o   وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ  Maksudnya bahwa sakaratul maut yang pada umumnya manusia berusaha keras menghindarinya kini datang juga tanpa dapat dihindari lagi.
o   وَنُفِخَ فِي الصُّورِ  maksudnya adalah bahwa pada saat sangkakala ditiup pada tiupan yang pertama, maka itulah masa yang keadaannya amat dahsyat, yaitu saat di mana Allah menjanjikan balasan siksa bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah.
o    وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا maksudnya adalah bahwa pada saat manusia datang menghadap Tuhannya disertai malaikat yang mengiringi (Saiq), dan malaikat yang menjadi saksi (syahid). Malaikat ini memberi kesaksian terhadap amal perbuatan yang dilakukan manusia selama masa hidupnya di dunia.
o    وَقَالَ قَرِينُهُ هَذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ menginformasikan bahwa adanya malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia, kematian yang akan menjemputnya dan kehidupan akhirat yang akan dijalaninya sering dilupakan.
·         Pengertian Secara Ijmal
Di dalam tafsir al-Maraghi dijelaskan bahwa ayat-ayat tersebut menginformasikan bahwa Tuhan mengetahui sesuatu yang bergetar dan tergores dalam hati manusia, dan Tuhan secara rohaniah lebih dekat dengan manusia daripada urat lehernya. Pada ayat tersebut juga dijelaskan bahwa setiap amal perbuatan manusia senantiasa dicatat dua malaikat yang berada di sebelah kanan dan di sebelah kiri.
Dari pengelompokkan tersebut dapat diketahui bahwa ayat 19 hingga 23 surat Qaf tersebut berhubungan dengan pembicaraan di sekitar niat, ucapan dan amal perbuatan manusia yang selalu dipantau oleh Allah melalui malaikat-Nya. Hasil pemantauan tersebut selanjutnya dapat diketahui secara obyektif di akhirat nanti.
·         Isi Kandungannya
Hal demikian sejalan dengan pendapat Ibn Katsir yang mengatakan bahwa ayat dengan ayat tersebut Allah mengingatkan kepada manusia bahwa sakaratul maut itu akan datang dengan pasti, sehingga tidak ada keraguan dan kebimbangan sedikitpun. Dalam sebuah riwayat yang shahih disebutkan bahwa ketika maut datang menjemput Rasulullah SAW, beliau mengusap keringat dari wajahnya dan berkata; “Subhanallah Inna Lil Mauti Lasakaratun” Mahasuci Allah, sesungguhnya sakaratul maut itu ada pada setiap orang yang akan meninggal.
Hal-hal yang dilupakan semasahidup di dunia ini, pada saat itu tampak jelas terlihat dan disaksikan oleh mata kepalanya sendiri, dan kelupaan tersebut kini sudah tersingkap.Di hari akhirat nanti tidak ada lagi hal-hal yang dapat dilupakan.Hal ini disebabkan karena sifat lupa itu merupakan watak dari jasmani atau fisik.
B.     Surat Al-A’la Ayat 14-17

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى () وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى () بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا () وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى ( (
Artinya : “sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat dengan tuhannya lalu dia shalat, tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal .”
·         Tafsir Mufrad
Di dalam tafsir al-maraghi dijelaskan sebagai berikut :
o   Aflaha artinya beruntung dan selamat dari siksaan di akhirat;
o    tadzakka artinya bersih dari kotoran dosa yang disebabkan menentang kebenaran dan keras hati.
o   Wadzakara asma rabbih artinya menyebutkan sifat-sifat Allah dalam hati, seperti tentang keagungan dan kehebatan-Nya.
o   fa shalla artinya merendahkan dan menundukan dirinya terhadap segala perintah Allah.
·         Pengertian Secara Ijmal
Jiwa yang bersih sebagaiman disebutkan pada ayat tersebut dapat dilakukan dengan keimanan kepada Allah serta menolak kenusyrikan, serta membenarkan terhadap segala yang dibawa oleh Rasulullah SAW disertai amal salih. Sedangkan menyebut nama Allah lalu mengerjakan shalat, maksudnya adalah menghadirkan sifat-sifat keagungan dan kesempurnaan Allah di dalam hati sanubari, kemudian patuh dan tunduk terhadap keagungan dan kehebatannya.
Seseorang yang menyebut nama Tuhan-nya dan mengagungkannya di dalam hati, serta takut dari ancamannya kemudian jiwanya penuh dengan rasa takut adalah termasuk orang yang imannya kokoh. Selanjutnya orang yang selalu benar terhadap apa yang dilakukannya, niscaya ia akan mengutamakan kehidupan akhirat dari pada kehidupan dunia. Hal yang demikian sejalan dengan pendapat akal yang sehat dan petunjak syara`.
Diketahui bahwa kehidupan akhirat bersifat kekal dan kenikmatannya tidak akan pernah sirna, tidak ada kekurangan dan cacat, sedangkan kehidupan duniawi akan sirna, terkena oleh kerusakan. Barangsiapa yang yang lebih mendahulukan kehidupan duniawi, dan mencintai perhiasan duniawi, berarti orang tersebut tidak membenarkan adanya kehidupan akhirat, atau keimanan orang tersebut tidak dapat melewati ucapannya, dan tidak sampai pada hatinya.Dengan demikian, balasan pahala sebagaimana dijanjikan bagi orang-orang yang beriman tidak sampai kepada orang tersebut.
·         Isi Kandungan
Al-Qur’an ketika menguraikan sifat kesementaraan dunia dan kedekatannya bukan bermaksud meremehkan kehidupan dunia atau menganjurkan untuk meningkatkan dan tidak memperhatikannya tetapi mengingatkan manusia akan kesementaraan itu sehingga tidak hanya memperoleh kenikmatan dengan gemerlap duniawi serta mengabaikan kehidupan yang kekal.
Dunia adalah arena kebenaran bagi yang menyadari hakikatnya ia adalah tempat dan jalan kebahagiaan bagi yang memahaminya. Dunia adalah arena kekayaan bagi yang menggunakannya untuk mengumpul bekal perjalanan menuju keabadian. Serta aneka pelajaran bagi yang merenung dan memperhatikan fenomena serta peristiwa-peristiwanya ia adalah tempat mengabdi para pecinta Allah, tempat berdo’a malaikat, tempat turunnya wahyu bagi para Nabi dan tempat curahan rahmat bagi yang taat.

C.    Surat Al-Hadid Ayat 20
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ ()
Artinya : “ Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan-perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak seperti hujang dan tanaman dan tanaman-tanamannya mengagumkan para petani kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
·         Tafsir Mufrodat
o   يَهِيجُ di fahami oleh banyak ulama dalam arti menjadi kering, ada juga yang memahaminya dalam arti bangkit. Menguat dan meninggi dengan demikan periode ini sebelum tumbuhan itu layu dan kering. Dunia adalah tempat dimana perlindung menyangkut masa depan tidak dapat dicari dan diperoleh kecuali di kala hidup bermukim  di pentasnya. Adapun aktivitas yang dilakukan jika di lakukan semata-semata buat semesta.
o    لَعِبٌ   permainan digunakan oleh Al-Qur’an dalam arti suatu perbuatan yang dilakukan oleh pelakunya bukan untuk suatu tujuan yang wajar dalam arti membawa manfaat atau mencegah madharat ia dilakukan tanpa tujuan bahkan hanya menghabiskan waktu sedangkan suatu perbuatan yang mengakibatkan kelengahan pelakunya dari pekerjaan yang bermanfaat atau lebih bermanfaat dan penting dari pada yang sedang dilakukannya.
o   وَزِينَةٌ Perhiasan karena berhias adalah adat kebiasaan remaja lalu.
o   تَكَاثُرٌ Berbangga-bangga karena inilah sifat pemuda
·         Pengertian Secara Ijmal
Setelah Allah SWT memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa cahaya mereka pada hari kiamat bersinar dihadapan mereka dan sebelah kanan mereka, disamping mengajukan mereka supaya berjerih payah dan jangan lalai dan Allah menyebutkan pula tentang pahala-pahala orang yang bersedekah laki-laki / perempuan maka yang begitu sirna dan binasa dalam hal ini Allah memisalkan dunia sebagai tanah yang mendapat hujan lalu menumbuh-numbuhkan tumbuhan-tumbuhan yang hijau segar, mengagumkan dengan pertumbuhan yang hasilnya baik namun sesudah itu menjadi kuning. Lalu hancur kering dan hancur  luluh. Dunia adalah arena kebenaran bagi yang menyadari hakikatnya ia adalah tempat dan jalan kebahagiaan bagi yang memahaminya.
·         Isi Kandungannya
Allah berfirman ketahuilah wahai hamba-hamba Allah yang lengah dan tertipu oleh gemerlapnya yang menggiurkan tak lain hanyalah pemainan yakni aktivitas yang sia-